Modus Penyelundupan Mobil Mewah Pakai Alasan Batu Bata

Modus Penyelundupan Mobil Mewah Pakai Alasan Batu Bata

Modus Penyelundupan Mobil Mewah Pakai Alasan Batu Bata

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mengungkap penyeludupan motor

dan mobil mewah di Pelabuhan Tanjung Priok yang merugikan negara. Bea Cukai mengklaim sepanjang 2019 total kerugian negara akibat penyelundupan ini sekitar Rp647,5 miliar.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi mengatakan demi melancarkan niat para oknum, mereka berdalih barang tersebut adalah batu bata.

“Modus mereka macam-macam. Ini mobil bilangnya kan batu bata, ya supaya beratnya mirip. Kenapa tidak kapas, ya karena tidak make sense (masuk akal) berat segitu (dengan berat mobil),” kata Heru di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (17/12).

Dalam catatan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam kasus penyelundupan pelaku

tidak menyampaikan sebenarnya jenis barang pada dokumen dengan isi sebenarnya. Menurut Sri, tim di lapangan berhasil memperoleh informasi tersebut dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti untuk mencari kebenarannya.

Lihat juga: Daftar Mobil Mewah Selundupan yang Dibekuk di Tanjung Priok
“Kemudian ditindaklanjuti dengan proses analisis terhadap inward manifest dicurigai adanya pemberitahuan yang tidak benar karena terdapat keanomalian antara netto weight barang dengan jenis barang yang diberitahukan,” kata Sri Mulyani.

Saat melakukan pengecekan dengan metode hi-co scan kontainer akhirnya mendapati barang

yang diimpor adalah berupa kendaraan roda empat. Untuk selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Data Kemenkeu mencatat periode 2016-2019, pemerintah sudah berhasil menggagalkan penyelundupan 19 unit mobil mewah dan 35 unit lainnya berupa motor, mesin, serta rangka ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Perkiraan total nilai barang tersebut mencapai kurang lebih Rp21 miliar dan potensi kerugian negara sekitar Rp48 miliar.

 

Baca Juga :