Mengenal Perbedaan Codec Audio Bluetooth Aptx hingga AAC dan LDAC

Mengenal Perbedaan Codec Audio Bluetooth Aptx hingga AAC dan LDAC

 

Mengenal Perbedaan Codec Audio Bluetooth Aptx hingga AAC dan LDAC

Mengenal Perbedaan Codec Audio Bluetooth Aptx hingga AAC dan LDAC

Teknologi bluetooth kini tengah banyak digunakan oleh sejumlah produsen perangkat audio. Hal ini bertujuan untuk menghadirkan produk yang lebih ringkas ketimbang perangkat audio dengan audio jack (kabel).

Kehadirannya pun menciptakan sejumlah istilah teknologi baru yang disematkan dalam perangkat audio untuk menunjang kualitas yang jauh lebih baik, misalnya codec.

Secara sederhana istilah codec merujuk pada software yang mengolah suara dengan cara mencode dan decode data digital audio ke dalam format tertentu.

Jadi codec menentukan bagaimana bluetooth ditransmisikan dari suatu sumber seperti smartphone ke perangkat audio. Dengan kata lain, software ini akan mengolah sinyal audio yang ditransmisikan lalu diterima dan diolah kembali hingga perangkat menghasilkan suara.

Idealnya sinyal yang ditransmisikan tersebut berada di jangkauan yang bisa dicapai oleh perangkat audio agar menghasilkan suara yang jernih dan tidak patah-patah.

Codec sendiri memiliki beberapa jenis yang berbeda di pasaran. Codec yang baik dapat menyajikan kualitas suara dengan bitrate setara CD bahkan high-resolution.

Soundguys dan Android Authority menyebutkan, setidaknya ada 4 jenis codec yang saat ini banyak digunakan di

antaranya SBC, AAC, aptX dan LDAC.

SBC (Low Complexity Sub-band Codec)

Sub-band Codec (SBC) merupakan jenis codec yang paling umum digunakan pada perangkat bluetooth, terutama yang berstandar A2DP (Advanced Audio Distribution Profile).

SBC menawarkan konektivitas bluetooth yang stabil namun dengan kualitas audio yang tergolong biasa saja.

Karena codec jenis ini mengkompres data sebelum ditransfer, sehingga terdapat beberapa data loss yang dapat mengurangi kualitas audio.

AAC (Advanced Audio Coding)

AAC adaah standar kompresi audio digital. Codec ini banyak digunakan pada perangkat Apple, serta dijadikan sebagai standar lisensi gratis untuk Youtube dan Play Station 3.

Mempunyai bit rate maksimum 250kbps yang setara kualitas MP3 menengah, AAC dapat berguna untuk memberikan resolusi lebih tinggi pada perangkat Apple, namun tidak untuk Android.

aptX

aptX merupakan bluetooch codec dari Qualcomm, yang memiliki beberapa jenis yakni aptX, aptX Low Latency (LL),

dan aptX HD. Codec ini adalah yang paling cocok untuk digunakan oleh pengguna Android.

Dibandingkan dengan SBC, aptX menyajikan bandwidth lebih tinggi dan disebut sebagai codec paling stabil dan berjalan lancar meski masih menggunakan format lossy.

aptX biasa mendukung sampai 48kHz/16-bit data audio LCPM (352kbps), aptX HD mendukung 48kHz/24-bit data audio LCPM (567kbps), sementara aptX Low Latency (LL) menawarkan latency kurang dari 40 ms.

LDAC

Tak hanya Qualcomm, produsen asal Jepang, Sony, juga turut kembangkan teknologi codec yang disebut LDAC. Codec ini menjanjikan pengalaman audio High Resolution.

LDAC memiliki tiga mode transmisi yang memiliki bitrate berbeda yakni 330kbps, 660kbps dan 990kbps. Ketiga mode ini dapat disesuaikan dengan perangkat yang dimiliki.

Jika ingin dapatkan kualitas yang lebih tinggi bisa gunakan bitrate 990kbps. Namun kebanyakan smartphone masih

memiliki standar bitrate 330kbps, sehingga seringkali ketika dipaksa dengan yang lebih tinggi akan mengalami suara yang tidak lancar.

Codec ini mengharuskan kedua perangkat yang terhubung memiliki teknologi LDAC tersebut. Jika hanya satu maka penggunaan bitrate akan menyesuaikan secara otomatis.

Sumber:

https://solopellico3p.com/michonne-full-apk/