Mendikbud Sampaikan Pesan Kebinekaan pada Duta Indonesia dari Program Darmasiswa

Mendikbud Sampaikan Pesan Kebinekaan pada Duta Indonesia dari Program Darmasiswa

Mendikbud Sampaikan Pesan Kebinekaan pada Duta Indonesia dari Program Darmasiswa

Kemendikbud — Sebanyak 407 mahasiswa asing yang menjadi peserta Program Darmasiswa

Republik Indonesia (DRI) menghadiri acara pelepasan atau pembekalan kepulangan mereka ke negara asal. Acara pelepasan berlangsung di Plasa Insan Berprestasi Kemendikbud, Jakarta, Selasa (31/5/2016). Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengenalkan konsep kebinekaan sebagai moto rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Indonesia memiliki moto Bhineka Tunggal Ika, atau diversity in unity. Kami merayakan keragaman kami,  dan di saat yang bersamaan kami juga merayakan kesatuan,” ujar Mendikbud saat acara pelepasan.

Ia mengatakan, peserta Darmasiswa memiliki peran yang sangat strategis sebagai duta Indonesia.

Pengalaman mereka selama satu tahun di Indonesia diharapkan dapat menjadi pengalaman terbaik yang akan diinformasikan secara luas di negara mereka masing-masing. Mendikbud juga berharap, hubungan persahabatan dan persaudaraan yang telah terjalin selama para peserta berada di Indonesia akan terus berlanjut meski telah kembali ke negara asal.

“Program ini merupakan program soft diplomacy, atau people to people contact dalam bidang pendidikan. Oleh sebab itu diharapkan para peserta dapat mendukung pengembangan bahasa dan budaya Indonesia di negara asal peserta,” katanya.

Pavel, peserta Darmasiswa asal Rusia, yang belajar di Universitas Padjadjaran, memberikan pidato kesan dan pesannya selama berada di Indonesia. Ia mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas kesempatan luar biasa yang diberikan kepadanya dan teman-temannya sebagai peserta Darmasiswa.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak dan ibu-ibu di pinggir jalan, di angkot,

atas praktik bahasa Indonesia gratis yang diberikan kepada kami. Satu pecahan hati kami akan tertinggal di Indonesia, yaitu di kota dan di kampus, dan satu pecahan lain akan dibawa ke negara kami masing-masing. Tetapi di dalam hati kami akan selalu ada Indonesia,” tuturnya dengan bahasa Indonesia yang lancar.

Program Darmasiswa Indonesia adalah program pemberian beasiswa non-gelar selama satu tahun oleh pemerintah Republik Indonesia kepada mahasiswa asing dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. Para peserta darmasiswa belajar bahasa Indonesia, seni, dan budaya pada perguruan tinggi di Indonesia.

Pada tahun pelajaran 2015/2016, Program Darmasiswa diikuti 643 peserta yang berasal dari 81 negara dan ditempatkan di 54 perguruan tinggi di Indonesia. Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi mengatakan, acara pelepasan kali ini hanya dihadiri 407 peserta, karena peserta lain sudah ada yang lebih dulu kembali ke negara asal dan karena alasan lainnya.

Sebelum acara pelepasan berlangsung, para peserta juga telah menerima pembekalan kepulangan yang berlangsung pada Senin, (30/5/2016). Dalam pembekalan tersebut para peserta berdiskusi tentang penentuan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam mendukung pengembangan bahasa dan budaya Indonesia di negara asal mereka. Langkah tersebut antara lain bagaimana akan berjejaring dengan sesama peserta, dengan perguruan tinggi tempat mereka mengikuti Program Darmasiswa, dengan masyarakat Indonesia di negara masing-masing, serta dengan kantor perwakilan RI, hingga peran aktif mereka dalam pengembangan bahasa dan budaya Indonesia.

 

Baca Juga :