Deklarasi Generasi Empati Digelar Di SMA Muhammadiyah PK Solo

Deklarasi Generasi Empati Digelar Di SMA Muhammadiyah PK Solo

Deklarasi Generasi Empati Digelar Di SMA Muhammadiyah PK Solo

Bertempat di halaman SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat

Surakarta digelar Deklarasi Generasi Empati, Sabtu (17/11/2018). Acara Deklarasi tersebut terselenggara kerjasama beberapa lembaga dan diinisiasi oleh Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Pharos Observatioire.

Kampanye gerakan empati merupakan sebuah bentuk kepedulian kepada generasi muda agar mereka tumbuh dalam suasana cinta dan perdamaian. Seperti yang diketahui bersama, bahwasannya di tengah persaingan hidup yang ketat dan era digital yang masif ini, angka perundungan (bully) di dunia remaja sangat tinggi. Hal ini mengundang keprihatinan yang besar di berbagai kalangan, terutama kalangan pendidik.
Baca Juga : Tanggapi Tuntutan 13 DPC, DPD Hanura Ambil Sikap Tegas

Menurut Muhammad Zuhdiya, salah satu siswa yang mengikuti kegiatan ini,

dirinya merasa senang dan tertarik dengan tema empati. Zuhdi menyadari bahwa perkembangan kehidupan saat ini, kurang sekali orang yang memiliki kepedulian terhadap orang lain. Kalaupun ada, disertai dengan pamrih.

“Kampanye Generasi Empati di sekolah ini, memberikan pemahaman utuh pada kami dan mendorong siswa menjadi kader yang mengkampanyekan pentingnya empati pada masyarakat luas,” tuturnya.
Baca Juga : Libatkan Pemerintah Daerah, Kota Kita Galang Kesadaran Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan Adil dan Manusiawi

Sementara itu, Pembina Kesiswaan SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat,

Ganda Setya Gunawan mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang melibatkan siswa melalui organisasi IPM. Mereka membantu penyelenggaraan dengan mempersiapkan dari sebagai pembaca Deklarasi Generasi Empati sampai dengan penampilan-penampilan bakat siswa sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada siswa.

Ditambahkan Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Hendro Susilo, pihaknya menyambut baik kegiatan Kampanye Generasi Empati ini. Kegiatan yang diselenggarakan di sekolah ini bukan berarti warga sekolah tidak memiliki sikap empati.

 

Baca Juga :