324 SLB di Jabar Gelar UNKP 2019

324 SLB di Jabar Gelar UNKP 2019

324 SLB di Jabar Gelar UNKP 2019

Sebanyak 324 sekolah luar biasa (SLB) di Jawa Barat (Jabar) menggelar Ujian Nasional Berbasis

Kertas dan Pensil (UNKP) 2019. UNKP SLB sendiri diikuti 937 siswa di seluruh kabupaten/kota di Jabar.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil pun meninjau langsung pelaksanaan UNKP di SLBN A Kota Bandung, didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dewi Sartika dan Sekretaris Disdik Jabar, Firman Adam, Selasa (2/4/2019).

Dalam tinjauannya, Gubernur mengatakan, pelaksanaan UNKP di sekolah tersebut berjalan sangat baik. “Anak-anak yang memiliki kebutuhan berbeda dilayani dengan prosedur yang baik, juga ada pendampingan bagi siswa yang memiliki kesulitan,” ucapnya.

Gubernur pun mendoakan para siswa mendapatkan hasil ujian yang optimal.

“Mereka terlihat lancar mengerjakan soal huruf braille. Mudah-mudahan ujiannya berjalan lancar,” harapnya.

Disesuaikan dengan Kebutuhan

Di tempat yang sama, Kadisdik Jabar, Dewi Sartika mengatakan, proses pelaksanaan ujian nasional disesuaikan dengan kebutuhan para peserta ujian. “Penggunaan alat ujian disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Misalnya di sini, tentu saja diberi pelayanan khsusus. Yaitu, ujian dengan kertas dan pensil serta menggunakan huruf braille,” tuturnya, saat meninjau pelaksanakan UNKP di SLBN A Kota Bandung.

Dia pun menegaskan, Disdik Jabar berkomitmen terus meningkatkan pelayanan bagi SLB,

khususnya kebutuhan sarana dan prasarana. Kadisdik pun mengimbau seluruh penyelenggara pendidikan sekolah khusus mampu bekerja sama guna meningkatkan kompetensi. “Kita harus memfasilitasi anak-anak agar bisa sekolah, karena itu haknya. Jadi, kita ingin seluruh stakeholder pendidikan turut berpartisipasi dalam proses tersebut,” imbuhnya.

Wakil Kepala SLBN A Kota Bandung Bidang Kurikulum, Tri Bagio mengatakan, peserta ujian di sekolahnya dibagi menjadi tiga ruangan. Ruang pertama dan kedua diisi oleh 11 siswa penyandang disabilitas netratotally blind atau tunanetra total. Sedangkan ruang tiga diisi oleh 2 siswa dengan multiply disbalities with visual impairment (MDVI) atau tunanetra dengan hambatan lain.

UNKP di SLB dilaksanakan selama tiga hari, yakni 1,2, dan 4 April. Tiga mata pelajaran yang diujikan, antara lain Bahasa Indonesia, matematika, dan Bahasa Inggris.

Terserap Menjadi Tenaga Kerja

Di kesempatan yang sama, Gubernur pun mengapresiasi pencapaian SLBN A Kota Bandung yang berhasil menghantarkan lulusannya masuk ke dunia kerja. “Tahun ini sudah ada 3 alumni yang diterima bekerja formal di bidang perbankan. Diperkirakan, tahun ini sudah ada 8 bank nasional lainnya yang bersedia menerima mereka,” tuturnya.

Dengan demikian, menurutnya, ini membuktikan tidak ada dikotomi antara penyandang disabilitas dengan nondisabilitas, selama mempunyai kemampuan dan keahlian khusus yang dimiliki. “Tak ada diskriminasi. Semua manusia Allah ciptakan dengan keunikan masing-masing,” paparnya.***

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/